- Home
- Article Details
Article
File APK Android Pensiun dan Diganti AAB
Admin
- 12 Aug 2021
- already 196 views
Google menggantikan format APK dengan format baru, bernama Android App Bundle atau disingkat AAB (.aab). Format AAB pertama kali diperkenalkan Google dalam acara Google I/O 2018.
"Google Play akan mulai mewajibkan aplikasi baru untuk didistribusikan dengan format Android App Bundle mulai Agustus 2021. Ini akan menggantikan APK sebagai format distribusi standar," tulis Dom Elliott selaku Product Manager Google Play, dalam sebuah postingan di blog resmi Android Developers.
Lantas, dengan adanya perubahan format APK menjadi AAB ini, apa pengaruhnya untuk pengguna Android?
Pengguna Android tampaknya tidak perlu khawatir dengan adanya migrasi format file APK ke AAB ini. Pasalnya, format ini sedianya digunakan pengembang aplikasi untuk mendistribusikan aplikasinya di Google Play Store.
Ketika aplikasi sudah didistribusikan di Google Play Store, maka pengguna tetap bisa memasang berbagai aplikasi dengan mengeklik tombol "Install" seperti biasanya.
Benefit bagi pengguna Android
Namun, yang pasti, perubahan format standar distribusi aplikasi Android dari APK ke AAB ini justru akan memberikan benefit kepada pengguna Android. Misalnya, pengguna bisa meng-install aplikasi dengan ukuran yang lebih kecil.
Elliot mengatakan, format file AAB memungkinkan ukuran aplikasi Android menjadi 15 persen lebih kecil, bila dibandingkan dengan aplikasi Android yang didistribusikan dalam format APK. Format AAB bisa menghemat penyimpanan ponsel Android sebab sifatnya yang dinamis.
Format ini membuat agar tidak semua file aplikasi perlu diunduh dan dipasang di ponsel, namun ujung-ujungnya tidak terpakai.
Misalnya, aplikasi yang diunduh tidak akan menyertakan fitur 4K jika mendeteksi ponsel yang dipakai tidak mendukung resolusi setinggi itu.
Lalu, apabila ponsel pengguna memakai bahasa Inggris dan Indonesia, maka aplikasi yang dipasang kemungkinan tidak akan dibekali dengan dukungan bahasa asing macam bahasa Jerman, Perancis, dan lain sebagainya meski awalnya ada.
Inilah yang membuat aplikasi tidak memakan banyak tempat, dan semakin cepat diunduh, karena sifatnya yang dinamis tadi.
Dengan begitu, aplikasi yang didistribusikan dalam format AAB ini akan semakin ramah bagi pengguna smartphone dengan kapasitas penyimpanan internal yang minim.
Ukurannya aplikasi yang akan semakin kecil juga membuat pengguna bisa menghemat bandwidth ketika melakukan instalasi. Nantinya, proses pemasangan aplikasinya pun menjadi lebih cepat, sebagaimana dihimpun dari XDA Developers.
Di samping mengubah format, Google juga mewajibkan pengembang untuk mengganti penggunaan ekstensi file OBB dengan Play Asset Delivery dan Play Feature Delivery, untuk mengirimkan aset atau fitur yang ukuran unduhannya lebih dari 150 MB.
Nah, berkat adanya Play Asset Delivery ini, format file AAB memungkinkan pengguna untuk memainkan aneka game dengan ukuran besar, tanpa harus menunggu proses pengunduhan selesai.
Elliott menjelaskan, penggunaan format baru AAB ini hanya diwajibkan bagi aplikasi baru yang akan didistribusikan pada mulai Agustus 2021, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Blog Google.
Google sendiri mengklaim sudah ada lebih dari 1 juta aplikasi dan game yang sudah diplublikasikan di Google Play menggunakan format AAB ini.
Termasuk beberapa aplikasi yang masuk di kategori 1.000 aplikasi dan game teratas Google Play, seperti Adobe, Duolingo, Gameloft, Netflix, redBus, Riafy, dan Twitter.
Sumber: https://www.kompas.com/
Search
Categories
Tags
- seo
- digital marketing
- website traffic
- corporate seo services
- corporate seo
- jasa SEO perusahaan
- SEO B2B
- digital marketing corporate
- mobile web
- mobile apps
- mobile app perusahaan
- aplikasi mobile
- transformasi digital
- SEO perusahaan
- strategi digital corporate
- jasa aplikasi
- jasa buat aplikasi
- pembuatan aplikasi
- aplikasi perusahaan
- software house indonesia
- pembuatan aplikasi berbasis web
- web app
- mobile app
- jasa kelola social media
- manajemen media sosial
- social media corporate
- digital branding
- B2B marketing
- lead B2B
- digital marketing B2B
- aplikasi custom
- Tren IT 2026
- Konsultan IT Enterprise
- Aplikasi B2B
- Custom Web App
- Kelemahan SaaS
- Pengembangan Web
- Strategi Bisnis 2026
- Konsultan IT
- Strategi B2B
- Lead Generation
- Marketing Agency
- Transformasi Bisnis
- Tren Mobile App 2026
- Flutter Developer
- Pembuatan Aplikasi Mobile
- UI UX Design
- Ruby on Rails
- Web Development
- Keamanan Siber
- Startup IT
- Audit UI/UX
- Jasa Desain Website
- Konversi Website
- Wiradipa Nusantara
- Memilih Digital Agency
- Konsultan Digital
- Digital Marketing Jakarta
- Strategi Korporasi
- Content Strategy B2B
- Content Marketing Korporat
- Digital Marketing Agency
- Otoritas Brand
- Anggaran IT Perusahaan
- Efisiensi Biaya IT
- Konsultan IT Bandung
- Digital Transformasi
- ROI Teknologi
- Sistem Approval Internal
- Otomatisasi Proses Bisnis
- Aplikasi HR Kustom
- Efisiensi Operasional
- aplikasi mobile kustom
- jasa pembuatan aplikasi android
- ios developer
- Keunggulan Flutter
- Aplikasi Cross Platform
- Jasa Developer Flutter
- Mobile App Development
- biaya pembuatan aplikasi
- harga aplikasi mobile
- estimasi proyek IT
- mobile marketing strategi
- digital marketing aplikasi
- retensi user
- UI UX aplikasi mobile
- jasa desain UI UX
- desain aplikasi android
- retensi pengguna
- integrasi aplikasi mobile
- sistem ERP kustom
- backend ruby on rails
- efisiensi bisnis
- keamanan aplikasi mobile
- aplikasi enterprise aman
- proteksi data korporat
- aplikasi absensi lapangan
- aplikasi sales kustom
- produktivitas karyawan
- manajemen tim lapangan
- KOL untuk aplikasi
- promosi aplikasi
- KOL management agency
- kesalahan pembuatan aplikasi
- konsultan pembuatan aplikasi
- developer terpercaya
- strategi IT korporat
- digitalisasi sektor publik
- e-government indonesia
- vendor IT pemerintahan
- konsultan IT BUMN
- lelang pengadaan IT
- keamanan aplikasi pemerintahan
- web app pemerintahan
- standar keamanan IT
- aplikasi layanan masyarakat
- pembuatan aplikasi pemerintahan
- gov tech agency
- content strategy pemerintahan
- humas digital pemerintahan
- kampanye publik
- komunikasi publik
- sistem manajemen data
- web app ruby on rails
- aplikasi database kustom
- efisiensi instansi
- website instansi pemerintah
- UI UX website publik
- KOL kampanye sosial
- KOL management pemerintahan
- influencer edukasi
- strategi komunikasi publik
- digital marketing BUMN
- agency BUMN
- strategi promosi program
- transformasi digital BUMN
- agile proyek IT
- manajemen proyek IT
- konsultan IT agile