- Home
- Article Details
Article
Intel Pamer Kemampuan Arc, GPU Pesaing GeForce dan Radeon
Admin
- 20 Aug 2021
- already 146 views
Industri kartu grafis (GPU) komputer saat ini praktis hanya dikuasai dua pemain, yakni Nvidia dengan GeForce dan AMD dengan Radeon. Tak lama lagi akan ada penantang baru, yakni Intel dengan Arc.
Dalam sebuah posting di laman situsnya, Intel mengklaim bahwa Arc yang diposisikan sebagai brand seperti GeForce dan Radeon akan menghadirkan kinerja gaming mumpuni dan tampilan visual yang memukau.
Supaya lebih meyakinkan, raksasa chip itu mengunggah sebuah video demonstrasi Arc saat menjalankan aneka game mulai dari Forza Horizon 4, Days Gone, hingga Metro: Exodus. Semuanya terlihat berjalan mulus, meski setting grafis dan resolusinya tidak dijelaskan.
Sebagai GPU yang menyasar pasaran high-end gaming, Arc bakal mengadopsi arsitektur Xe-HPG, kombinasi dari desain chip Xe LP, HP, dan HPC yang sebelumnya sudah dikembangkan oleh Intel. Generasi pertamanya akan memiliki kode nama "Alchemist".
Potongan adegan game dalam video demonstrasi kemampuan GPU Intel Arc(Intel Gaming/ YouTube) Arc turut dibekali dukungan fitur-fitur terkini, termasuk ray-tracing, Direct X12, dan "AI Accelerated Super Sampling" yang kemungkinan merupakan teknologi upscaling semacam Nvidia DLSS dan AMD FidelityFX Super Resolution.
Produk GPU Arc dijadwalkan mulai memasuki pasar pada kuartal I-2022. Selain Alchemist, Intel sedang menyiapkan model-model lain berkode nama "Battlemage", "Celestial", hingga "Druid" yang akan menjadi penerus Alchemist secara berurutan.
Kode-kode nama GPU tersebut disusun sesuai abjad dan bertema game fantasi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari ArsTechnica, Kamis (19/8/2021).
Arc bakal menandai kembalinya Intel ke dunia GPU gaming secara "serius". Pabrikan ini sebenarnya tidak mulai dari nol karena sudah memiliki sejarah panjang soal perancangan kartu grafis yang bisa ditarik ke belakang hingga Intel 740 pada 1998.
Selain itu, beberapa waktu lalu Intel juga sempat merilis seri kartu grafis Iris Xe (DG1) dan Iris Xe Max untuk pabrikan OEM. Banyak pula produk prosesor bikinannya yang turut dibekali chip grafis terintegrasi.
Sumber: https://www.kompas.com/
Search
Categories
Tags
- seo
- digital marketing
- website traffic
- corporate seo services
- corporate seo
- jasa SEO perusahaan
- SEO B2B
- digital marketing corporate
- mobile web
- mobile apps
- mobile app perusahaan
- aplikasi mobile
- transformasi digital
- SEO perusahaan
- strategi digital corporate
- jasa aplikasi
- jasa buat aplikasi
- pembuatan aplikasi
- aplikasi perusahaan
- software house indonesia
- pembuatan aplikasi berbasis web
- web app
- mobile app
- jasa kelola social media
- manajemen media sosial
- social media corporate
- digital branding
- B2B marketing
- lead B2B
- digital marketing B2B
- aplikasi custom
- Tren IT 2026
- Konsultan IT Enterprise
- Aplikasi B2B
- Custom Web App
- Kelemahan SaaS
- Pengembangan Web
- Strategi Bisnis 2026
- Konsultan IT
- Strategi B2B
- Lead Generation
- Marketing Agency
- Transformasi Bisnis
- Tren Mobile App 2026
- Flutter Developer
- Pembuatan Aplikasi Mobile
- UI UX Design
- Ruby on Rails
- Web Development
- Keamanan Siber
- Startup IT
- Audit UI/UX
- Jasa Desain Website
- Konversi Website
- Wiradipa Nusantara
- Memilih Digital Agency
- Konsultan Digital
- Digital Marketing Jakarta
- Strategi Korporasi
- Content Strategy B2B
- Content Marketing Korporat
- Digital Marketing Agency
- Otoritas Brand
- Anggaran IT Perusahaan
- Efisiensi Biaya IT
- Konsultan IT Bandung
- Digital Transformasi
- ROI Teknologi
- Sistem Approval Internal
- Otomatisasi Proses Bisnis
- Aplikasi HR Kustom
- Efisiensi Operasional
- aplikasi mobile kustom
- jasa pembuatan aplikasi android
- ios developer
- Keunggulan Flutter
- Aplikasi Cross Platform
- Jasa Developer Flutter
- Mobile App Development
- biaya pembuatan aplikasi
- harga aplikasi mobile
- estimasi proyek IT
- mobile marketing strategi
- digital marketing aplikasi
- retensi user
- UI UX aplikasi mobile
- jasa desain UI UX
- desain aplikasi android
- retensi pengguna